Setelah kumantapkan hatiku. Untuk berniat menghadapmu dari semua keraguan yang ada. Maka akupun berucap takbir.
*****
Allahu akbar
Allah Maha Besar. Kucoba menghilangkan keraguan dalam hati. Memang Engkaulah yang maha sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Engkau memang pantas untuk aku puji, ku sembah, dan ku mintai pertolongan. Tapi kadang diri ini masih lalai kepadamu.
Kuhadapkan wajahku kepada dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan. Dalam keheningan saat itupun aku berharap aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Karena aku menyadari musryik adalah dosa besar yang tidak dapat kau ampuni karena telah menduakanMu. Tapi kadang diri ini juga tidak menyadari ada Tuhan lain dalam diri ini. Kadang aku lebih takut kehilangan materi daripada kehilanganMu di hatiku. Aku sering mengabaikan semua panggilanMu. Padahal aku selalu berkata walaupun lirih. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahirabbil ‘aalamiin.
Sesungguhnya sahalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang Islam. Ucapan yang kuucapkan dalam setiap hari inipun seringkali hanya sebagai pemanis bibir saja. Ketika selesei sudah lupa dan kembali dengan kelalaian itu.
Allahku,,, ampunilah karena aku tahu, kau terus mengawasiku
Blitar --- Rumah Pengasingan --- 1 Maret 2012
Pengunjung
Cari Blog Ini
Popular Posts
-
"Luwih becik nuthuk saron tinimbang nuthuk ndasmu” kata-kata ini bagi yang aktif ikut pengajinnya KH. Emha Ainun Najid atau yang leb...
-
A. Biografi K.H. Hasyim Asy’ari 1. Silsilah K.H. Hasyim Asy’ari Darah biru merupakan sebutan untuk bangsawan yaitu orang-orang yan...
-
Foto di atas sebenarnya saya tidak sendiri, walaupun gambarnya sendiri tentu ada yang memfotokan. Tentu saja itu istri tercinta yang menje...
Mengenai Saya
- Asrofi
- Mengklaim diri sebagai Anak Muda NU, itulah sosok yang bernama lengkap Mohamad Asrofi. Terlibat dalam beberapa penulisan di antaranya dalam buku Antologi Kemanusiaan “Serat Duka Negeriku; Tinta Kasih Mentawai-Merapi”. Diterbitkan oleh Pena Ananda Indie Publishing (PAIP). Juga menjadi salah satu penulis dan editor dalam buku “Menjejak Jarak Menata Langkah” yang diterbitkan tahun 2011 oleh Mata Hati, Kalifa Press. Dan tahun 2015 s/d 2016 terlibat dalam penulisan buku Rekonsiliasi Kultural Tragedi 1965; Catatan Pengalaman Syarikat Indonesia
Followers
Popular Posts
-
A. Biografi K.H. Hasyim Asy’ari 1. Silsilah K.H. Hasyim Asy’ari Darah biru merupakan sebutan untuk bangsawan yaitu orang-orang yan...
-
Syekh Said seorang salik dengan banyak murid-murid yang taat dan mencintainya, mengumpulkan semua murid dan sanak familinya untuk memberikan...
-
Gus Mus adalah sapaan akrab seorang ulama yang peduli tentang budaya karena beliau memang dikenal seorang budayawan KH. A. Mustofa Bisri. B...