Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Secangkir Kopi Hitam III

Author: Asrofi / Labels:


Bulan sabit menampakan sinarnya di pintu rumahku

Seakan mengucapkan salam "Assalamu'alaikum"

Aku pun mempersilahkan masuk

Ku buat secangkir kopi hitam

Kitapun berdiskusi tentang alam

Tentang sejarah kehidupan

Tentang kekuasaan

Namun semua tak ada yang lebih penting

Selain rasa kemanusiaan


15 Januari 2016

Kasihku

Author: Asrofi / Labels:




Mantra-mantra itu menggetarkan jiwaku
Membuat hatiku semakin rindu
Ingin rasanya bertemu
Denganmu
Denganmu
Walau hanya sekejap
Lidahku ingin terus berucap
Selalu menyebut namamu
Dan memujimu
Dalam kidung cintaku

Blitar, 24 November 2019

Doa Untuk Puteraku

Author: Asrofi / Labels:



Tuhanku.....

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya dan berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia yang sabar dan tabah dalam kekalahan.
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja. Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

Tuhanku…
Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya…
Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku…
Berilah ia kerendahan hati…
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber kearifan, kelemah-lembutan, dan kekuatan yang sempurna…

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”

Diterjemahkan dari puisi Jenderal Douglas Mac Arthur

Judul Asli: A Father's Prayer

Mencari Ketenangan

Author: Asrofi / Labels:



Merangkak, merayap,
Kepanasan, kehausan
Di tengah sahara
Di hempas badai berpasir

Tetap dalam ketenangan
Meliuk-liuk
mencari-cari
Oase,,,
Oase,,,
Oase,,,
Oh,,, Oase
?????

Laa Yukalifullahu Nafsaan Illa Wus'aha

Author: Asrofi / Labels:



Laa yukalifullahu nafsaan illa wus'aha
Itu firmanMu

Laa yukalifullahu nafsaan illa wus'aha
Itu janjiMu

Laa yukalifullahu nafsaan illa wus'aha
Setiap manusia pasti di uji

Laa yukalifullahu nafsaan illa wus'aha
Ujian itu pastilah sesuai dengan kadarnya

Laa yukalifullahu nafsaan illa wus'aha
Bukan untuk menghancurnya dan mencabik-cabiknya

Laa yukalifullahu nafsaan illa wus'aha
Tetapi untuk mendewasan

Laa yukalifullahu nafsaan illa wus'aha
Laa yukalifullahu nafsaan illa wus'aha
Laa yukalifullahu nafsaan illa wus'aha
Tak pernah ada sedikitpun keraguan dihatiku


Blitar, 5 Agustus 2012

Tidak Ada Judul

Author: Asrofi / Labels:



Hati ini
laksana berada di Gurun Sahara
Tandus, kering, dan gersang
Kini
Kutemukan oase
Di depanku

Blitar, 22 Juli 2012

Untukmu (Kekasih)

Author: Asrofi / Labels:

Dalam sebuah ruang tersembunyi (hati)
Ingin rasanya aku dapat bernyanyi
Dengan suara merdu seperti Nabi Daud
Tapi apalah daya aku masih belum bisa

Dalam sebuah ruang tersembunyi (hati)
Ingin rasanya aku dapat bermain musik
Seperti Nabi Daud memainkan sruling ajaibnya
Tapi apalah daya aku juga tak punya kuasa

Dalam sebuah ruang rahasia
Ingin kutulis sajak-sajak untukmu
Seperti Abu Nawas, Rumi, dan Gibran
Kata, janganlah kau pergi dari kepalaku
Menyatulah dalam jemari tanganku
Bersatu dengan tinta hitam penaku

Aku diterbangkan angin
Bersama takdir bertemu denganmu

Engkau bagian dariku
Jantungku
Paru-paruku
Mataku
Tanganku
Kakiku
Darahku
Hatiku
Dan entah apalagi aku tak mampu menyebutnya satu persatu

Maaf sayang
Suara yang ku punya
Tak semerdu suara dan sruling Nabi Daud
Sederet kata yang ku punya
Tak seindah kata-kata mereka

Blitar, 13 Juli 2012

Istikharah

Author: Asrofi / Labels:

Hati dalam kebimbangan
Dalam setiap pilihan
Hidup itu selalu dalam situasi pilihan

Dalam keheningan gelap malam
Ku hanya sendiri
Bertapa dalam sembahyang
Setelah tahajud, hajad, dan istikharah
Dengan mengucap mantra-mantra
Dengan harapan Jibril datang membawa kabar darinya
Suara nyanyian alam, akankah itu pertanda
Jelmaan jibril yang kuharapkan kedatangannya
Dengan membawa petunjuknya

Blitar, 13 Juli 2012

Tahajud

Author: Asrofi / Labels:

Dalam malam-malammu
Ku hanya membisu
Dengan ragu-ragu
Ku langkahkan kakiku

Dalam malam-malammu
Kucoba melakukan sesuatu
Menggerakan semua anggota tubuhku
Dengan semua gerakan dari tangan sampai kakiku

Dalam malam-malammu
Kubaca dan mengucap sesuatu
Entah itu mantra atau hanya syair jiwa
Sebagai pintaku untukmu

Dalam malammu-malammu
Dingin selalu menusuk kulit sampai ke tulangku
Hanya satu dalam hatiku
Dirimu yang selalu kurindu


Blitar, 5 Juli 2012 (Rumah Pengasingan)

Bulan Sabit (Klaten-Solo)

Author: Asrofi / Labels:

Bulan sabit tersenyum menyapaku
Ku balas senyumnya dengan kalbuku
Kuperhatikan dengan seksama melalui sudut
Bukan sudut lorong hati yang kelam
Tetapi sudut kemiringan pohon pete yang rindang

Aku berjalan dengan kecepatan
Ia pun terus berjalan juga dengan kecepatan
Aku berlari agak pelan
Ia pun berlari juga dengan pelan
Aku bertanya
Bulan sabit, mengapa engkau mengikuti?
Namun ia hanya membisu

Bulan sabit di belakangku
Dengan malu-malu ia bersembunyi di balik awan
Kadang-kadang ia mengintipku dengan malu-malu

Bulan sabit kini di sampingku
Aku hanya melihatmu di balik kaca
Dalam gelap pekat malam
Yang aku terus berjalan tanpa kaki

Bulan sabit,
Aku melihat dua bintang mendekatimu
Bintang itu terus merayumu
Membuat aku jadi cemburu


Solo, 27 Mei 2012

Marsinah

Author: Asrofi / Labels:

Dua puluh empat tahun sudah engkau tiada
Tapi perjuanganmu masih menyala-nyala
Dan kini semua orang lupa
Tentang wanita sang pembela

Marsinah
Kuharap kau tidak marah
Dengan kita semua
Karena telah lupa


Blitar --- Rumah Pengasingan --- 9 Mei 2012

Suara dan Kata-Kata

Author: Asrofi / Labels:

Kata-kataku bukanlah kata indah

Tapi hanya luapan jiwa

Kata-kataku tidaklah indah

Tapi hanya nyanyian jiwa



Suaraku tidak bisa diredam

Mulutku tidaklah bisa dibungkam

Karena aku akan terus bernyanyi sumbang

Dalam kebimbangan



Suaraku bukanlah suara penjarahan

Tapi hanyalah menuntut keadilan

Yang tidak pernah diajarkan di sekolahan



Suara nurani tidaklah bisa dibohongi

Tirani

Semakin menjadi-jadi



Penguasa belajarlah mendengar

Dari semua ratapan anak negeri



Blitar --- Rumah Pengasingan --- 27 Maret 2012

Berdebah

Author: Asrofi / Labels:

Kau masih saja berpidato di TV

Meyelamatkan negeri katamu

Tapi sebenarnya malah membunuh rakyatmu

Hanya ada satu kata untukmu

FUCK.....


Blitar, 19 Maret 2012

Alienasi

Author: Asrofi / Labels:

Malam-malam yang dingin
Nafasku terus menghempaskan dalam suara keheningan
Secangkir kopi dan setumpuk buku usang dalam ruangan
Tidak tergerak dalam pandangan

Goresan-goresan penaku kaku
Tak lara untuk melukiskan dalam dinginya malam
Apa yang kau tahu
Ketika aku hanya terdiam
Duduk termenung penuh tanya

Dalam sudut kehidupan yang terbuang
Dalam kalam harapan yang teringat
Di atas kertas usang
Di situ ku merajut
Apa yang hendak aku tuju
Ketika keterasingan menghujaniku
Apa yang hendak ku buat
fikiran melayang hilang tak beraturan
Kosakata-kosakata menjadi rancu tak bertuan

Terdengar olehku suara sayup
Bangunlah,, bergeraklah,,
Akupun terheran-heran penuh keraguan terhadap pendengaran

Ujung-ujung jari kini melemaskan syarat
Dalam sudut kota ku terbuang
Ku melempar angan-angan

Angan-angan dan impian besar
Dayar kalau metafora dan terajut pembaharuan
Melintas batas-batas
Menyatu dalam lara
Majemuk dan tertakzimkan


00.06 WIB
Blitar, 08 Maret 2012

Di Akhir Waktu Malam

Author: Asrofi / Labels:

Dalam keheningan malam
Suara renyai rintik-rintik air hujan
Menambah rasa tenang dalam dada
Terdengar lantunan tarhim
Bersuara merdu dari kejauhan
Saling bersahutan di antara surau-surai dan masjid
Semua memuji tentang engkau, Muhammadku
Aku hanya terdiam dalam kesyahduan itu
Oh... Muhammadku
Terimalah salamku
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk

***
Ya Rasullalah
Engkaulah pemimpin dan pejuang
Ya Rasullalah
Engkaulah penuntun dan makhluq terbaik
Ya Rasullalah
Engkaulah penolong kebenaran
Wahai manusia (Muhammad) yang paling mulia akhlaknya
Shallallâhu ‘alayka wa ‘alâ âlika wa ashhâbika ajma’în
Blitar, 03 Maret 2012

Rindu Masa Lalu

Author: Asrofi / Labels:

Dalam suasana pagi
Suara lesung-lesung menjadi simfoni
Nada-nada tentang padi yang bersemi
Suara gemercik air sungai
Anak-anak berlari
Berkejar-kejaran
Dengan gelak tawa berangkat sekolah

Kini
Semua hanya kenangan
Suara itu menjadi kebisingan
Suara lesung itu kini berubah mesin-mesin
Mengantikan tenaga manusia

Kerinduan kini hanyalah kerinduan
Tentang masa lalu yang kini berubah
Tapi memang jaman pasti berubah
Yang lemah pasti kalah
Karena kini nilai kemanusian itu sudah hilang ditelan zaman


Blitar --- Rumah Pengasingan --- 28 Pebruari 2012

Igauan

Author: Asrofi / Labels:

Tulislah segala macam bentuk tulisan apa yang terjadi di sekitarmu
Puisi, cerpen, artikel, novel, drama atau apa saja
Di kertas-kertas bekas, di buku catatan, di blog, di facebook, di twitter, di baliho, di stiker, di tembok-tembok, atau dimanapun tempat yang kau suka.

Ekspresikan semua yang kau rasakan di sekelilingmu
Lewat teater, drama, monolog, sandiwara, film, deklamasi, atau apapun namanya
Di pasar-pasar, di jalanan, di gedung kesenian, di keramaian, di kesepian, atau dimanapun tempat yang kau suka.

Bicarakan semua yang telah terjadi dan kau rasakan yang ada disekitarmu
Di rumah-rumah, di warung kopi, di kantor-kantor, di sekolah-sekolah, di kampus-kampus, di gardu-gardu, atau di manapun itu.

Lakukan saja apa yang kau bisa.
Sebagai bentuk perlawanan terhadap kedzaliman
Tak peduli besar atau kecil yang penting dilaksanakan
Mudah-mudahan Allah memberikan jalan.
Amiin.


Blitar, 23 Pebruari 2012

Cinta Adalah …………………

Author: Asrofi / Labels:

………………………………… (.)
………………………………… (,)
………………………………… (!)
………………………………… (?)
………………………………… (-)
………………………………… (/)
………………………………… (“)
………………………………… (‘)
Cinta adalah tanda baca
Tanpa kalimat, tanpa kata, tanpa makna

Blitar, 5 Desember 2011

Aku Ingin

Author: Asrofi / Labels:

Aku ingin berpuisi

Tapi aku tak bisa berpuisi

Aku ingin bersyair

Tapi aku bukan penyair

Aku ingin bersajak

Tapi aku bukanlah ahli sajak


Selama denyut nadi masih bergerak

Aku hanya ingin menuangkan keresahan hati

Dari setiap yang terjadi dalam hidup ini


Blitar --- Rumah Pengasingan --- 14 Januari 2011

Dipenghujung Tahun

Author: Asrofi / Labels:

Waktu ini terus berjalan
Dalam setiap detik manusia bernafas
Menandakan akan adanya kehidupan
Kehidupan itu absurd
Kehidupan itu indah
Kehidupan itu kejam
Kehidupan itu anegerah
Kehidupan itu cinta
Semua benar, karena pengalamanlah anak manusia berkata demikian

Tak terasa sudah di penghujung tahun rupanya
Aku sampai tak menyadari
Waktu mengalir begitu cepat

Sahabat...
Kehidupan itu berliku
Kadang lurus, kadang berkelok-kelok
Akupun merasakanya
Kadang aku sedih
Kadang aku senang
Tapi kehidupan harus dijalani, bukan dihindari
Walaupun masalah silih berganti
Tapi yakinlah itu semua adalah proses

Dipenghujung tahun
Aku akan tetap berdiri
Walaupun kadang kaki lelah
Tetapi aku harus tetap melangkah
Walaupun kadang aku kalah
Dalam setiap masalah
Aku akan terus berusaha melangkah
Aku takkan menyerah

Blitar, --- Rumah Pengasingan --- 31 Desember 2011

Pengunjung

Cari Blog Ini

Al Faqir

Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
Mengklaim diri sebagai Anak Muda NU, itulah sosok yang bernama lengkap Mohamad Asrofi. Terlibat dalam beberapa penulisan di antaranya dalam buku Antologi Kemanusiaan “Serat Duka Negeriku; Tinta Kasih Mentawai-Merapi”. Diterbitkan oleh Pena Ananda Indie Publishing (PAIP). Juga menjadi salah satu penulis dan editor dalam buku “Menjejak Jarak Menata Langkah” yang diterbitkan tahun 2011 oleh Mata Hati, Kalifa Press. Dan tahun 2015 s/d 2016 terlibat dalam penulisan buku Rekonsiliasi Kultural Tragedi 1965; Catatan Pengalaman Syarikat Indonesia

Followers

Popular Posts