Syair "Sayang Padaku"

Author: Asrofi / Labels:

Sore ini masih seperti biasa duduk sendiri di Graha Kalifa Society, atau biasanya aku menyebutnya dengan Rumah Pengasingan. Sebenarnya tidak hanya aku saja tapi juga temen-temen yang lainya. Katanya "Hidup penuh musik itu berisik, tetapi hidup tanpa musik gak asyik". Langsung saja kunyalakan musik dan langsung ku dengarkan musik.

Musik yang yang ingin kudengarkan adalah lagunya Kyai Kanjeng judulnya Sayang Padaku. Jadi teringat pengamatanku akhir-akhir ini "Ternyata orang akan cenderung menyukai musik-musik yang sesuai dengan keadaan hati". Sulu sebenarnya lagu ini sering aku dengarkan tapi sekarang jadi suka lagi untuk menghibur diri yang lagi galau. Karena memang musimnya galau jadi iku-ikutan galau ajalah. Lebih familiar istilah jawanya itu mbolo.

Kalau lagunya liriknya seperti ini apa hatiku keadaan hatiku seperti ini, entahlah wallahu'alam.

*****

Suara dentingan piano tiba-tiba memecah keheningan ruangan rumah pengasingan ini.
Suara syair syahdu memekik urat-urat nadiku.
Dengan nada indah terdengar lebih merdu.

Duka derita duka laraku di dunia
Tidaklah aku sesali juga tak akan aku tangisi
Sesakit apapun yang kurasakan dalam hidupku
Semoga tak membuatku kehilangan jernih jiwaku

Andaikan dunia mengusir aku dari buminya
Tak akan aku merintih juga tak akan aku mengemis
Ketidakadilan yang ditimpakan oleh manusia
Bukanlah alasan bagiku untuk membalasnya

Asalkan kerna itu
Tuhan menjadi sayang padaku
Segala kehendak-Nya
Menjadi syurga bagi cintaku

Bukanlah apa kata manusia yang ku ikuti
Tetapi pandangan Allah tuhanku yang kutakuti

Ada tiadaku semata-mata milik-Nya jua

Syair-syair itu begitu dalam dan bermakna


Blitar --- Rumah Pengasingan --- 17 Maret 2012

Pengunjung

Cari Blog Ini

Al Faqir

Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
Mengklaim diri sebagai Anak Muda NU, itulah sosok yang bernama lengkap Mohamad Asrofi. Terlibat dalam beberapa penulisan di antaranya dalam buku Antologi Kemanusiaan “Serat Duka Negeriku; Tinta Kasih Mentawai-Merapi”. Diterbitkan oleh Pena Ananda Indie Publishing (PAIP). Juga menjadi salah satu penulis dan editor dalam buku “Menjejak Jarak Menata Langkah” yang diterbitkan tahun 2011 oleh Mata Hati, Kalifa Press. Dan tahun 2015 s/d 2016 terlibat dalam penulisan buku Rekonsiliasi Kultural Tragedi 1965; Catatan Pengalaman Syarikat Indonesia

Followers

Popular Posts