Bulan sabit tersenyum menyapaku
Ku balas senyumnya dengan kalbuku
Kuperhatikan dengan seksama melalui sudut
Bukan sudut lorong hati yang kelam
Tetapi sudut kemiringan pohon pete yang rindang
Aku berjalan dengan kecepatan
Ia pun terus berjalan juga dengan kecepatan
Aku berlari agak pelan
Ia pun berlari juga dengan pelan
Aku bertanya
Bulan sabit, mengapa engkau mengikuti?
Namun ia hanya membisu
Bulan sabit di belakangku
Dengan malu-malu ia bersembunyi di balik awan
Kadang-kadang ia mengintipku dengan malu-malu
Bulan sabit kini di sampingku
Aku hanya melihatmu di balik kaca
Dalam gelap pekat malam
Yang aku terus berjalan tanpa kaki
Bulan sabit,
Aku melihat dua bintang mendekatimu
Bintang itu terus merayumu
Membuat aku jadi cemburu
Solo, 27 Mei 2012
Bulan Sabit (Klaten-Solo)
Author: Asrofi / Labels: Puisi
Pengunjung
Cari Blog Ini
Popular Posts
-
"Luwih becik nuthuk saron tinimbang nuthuk ndasmu” kata-kata ini bagi yang aktif ikut pengajinnya KH. Emha Ainun Najid atau yang leb...
-
A. Biografi K.H. Hasyim Asy’ari 1. Silsilah K.H. Hasyim Asy’ari Darah biru merupakan sebutan untuk bangsawan yaitu orang-orang yan...
-
Foto di atas sebenarnya saya tidak sendiri, walaupun gambarnya sendiri tentu ada yang memfotokan. Tentu saja itu istri tercinta yang menje...
Mengenai Saya
- Asrofi
- Mengklaim diri sebagai Anak Muda NU, itulah sosok yang bernama lengkap Mohamad Asrofi. Terlibat dalam beberapa penulisan di antaranya dalam buku Antologi Kemanusiaan “Serat Duka Negeriku; Tinta Kasih Mentawai-Merapi”. Diterbitkan oleh Pena Ananda Indie Publishing (PAIP). Juga menjadi salah satu penulis dan editor dalam buku “Menjejak Jarak Menata Langkah” yang diterbitkan tahun 2011 oleh Mata Hati, Kalifa Press. Dan tahun 2015 s/d 2016 terlibat dalam penulisan buku Rekonsiliasi Kultural Tragedi 1965; Catatan Pengalaman Syarikat Indonesia
Followers
Popular Posts
-
A. Biografi K.H. Hasyim Asy’ari 1. Silsilah K.H. Hasyim Asy’ari Darah biru merupakan sebutan untuk bangsawan yaitu orang-orang yan...
-
Syekh Said seorang salik dengan banyak murid-murid yang taat dan mencintainya, mengumpulkan semua murid dan sanak familinya untuk memberikan...
-
Gus Mus adalah sapaan akrab seorang ulama yang peduli tentang budaya karena beliau memang dikenal seorang budayawan KH. A. Mustofa Bisri. B...