Menjadi Manusia

Author: Asrofi / Labels:



Teringat dari sebuah roman “Bumi Manusia” karya penulis yang hebat, Pramedya Ananta Toer. Ada sebuah kalimat yang unik dan menarik tentang manusia. Manusia, jika kita membicarakan manusia, kita tidak akan pernah kemput untuk membahasnya.
Barang kali memang ada benarnya. Sebenarnya Tuhan menciptakan manusia, merupakan makhluk yang paling sempurna, fii akhsinitaqwiim. Tidak hanya secara fisik tetapi memang manusia dilengkapi dengan hati, akal, pikiran, dan nurani.

Tetapi ada kadang manusia kadang kelakuanya melebihi binatang paling buas sekalipun. Tetapi juga ada manusia yang juga sangat manusiawi.

Mungkin ada sedikit pertanyaan yang menggelitik. Bagaimana hendanya manusia? Kalau menurutku ya harus menjadi manusia yang wajar saja. Tidak seperti binatang.

Manusia itu makhluq sosial, artinya tidak bisa hidup secara individual. Jadi harus berbuat dan berbaur dengan masyarakat, sesuai dengan norma-norma yang ada. Harus bisa menghargai manusia yang lainya, tidak seenaknya sendiri. Memang setiap individu ada kebebasan yang diberikan tetapi kebebasan itu tidak juga harus permisif.

Menjadi manusia seutuhnya intinya menjadi manusia yang wajar. Kalau tubuhnya manusia tapi bertindak di luar kewajaran manusia itu bukan manusia namanya. Sebenarnya tidak sulit untuk menjadi manusia yang seutuhnya. Tinggal kemauan kita saja dalam menggendalikan hati, akal, dan pikiran dengan menggunakan dengan maksimal.

Blitar, 23 Juli 2012

Pengunjung

Cari Blog Ini

Al Faqir

Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
Mengklaim diri sebagai Anak Muda NU, itulah sosok yang bernama lengkap Mohamad Asrofi. Terlibat dalam beberapa penulisan di antaranya dalam buku Antologi Kemanusiaan “Serat Duka Negeriku; Tinta Kasih Mentawai-Merapi”. Diterbitkan oleh Pena Ananda Indie Publishing (PAIP). Juga menjadi salah satu penulis dan editor dalam buku “Menjejak Jarak Menata Langkah” yang diterbitkan tahun 2011 oleh Mata Hati, Kalifa Press. Dan tahun 2015 s/d 2016 terlibat dalam penulisan buku Rekonsiliasi Kultural Tragedi 1965; Catatan Pengalaman Syarikat Indonesia

Followers

Popular Posts