Ketika bendera sudah enggan berkibar
Ketika lentera tak lagi menyala
Lilin pun sudah habis meleleh
Tak ada cahaya
Kecuali cinta dalam hati
Tapi …..
Dimana sekarang aku menemukan hati
Semua sudah mati rasa
Rasa kemanusiaan
Rasa saling menghargai
Rasa toleransi
Seakan semua lenyap dimakan zaman
Apakah zaman sekejam itu
Tapi keyakinanku bukan zaman yang kejam
Manusia-manusia serakah
Manusia-manusia yang rakus
Itu yang kejam
Butir-butir debu yang berterbangan seakan kian menghilang
Butiran debu negeriku adalah hara
Butiran itu terbang bukan karena angin
Karena angin pun mengabarkan tetesan air mata kekejaman orang di negeri sana
Yang tidak kenal peri kemanusiaan
Yang kehilangan moral
Kini semua menanggis
Gunung, sungai, mata air, sawah.
Masihkah ada harapan
Untuk negeri yang terancam bubar ini
Kehidupan yang sejahtera hanya impian
Kemakmuran kian lama kian menghilang
Ibu pertiwi
Apakah mendengarkan jeritan anak negeri
Lihatlah hutan-hutan yang mulai ikut-ikutan menghilang
Lihat juga orang disekitar yang mulai lama kehilangan
Kehilangan rasa malu
Apa yang akan kau perbuat
Untuk yang berada disekitarmu
Malam yang kian larut
Kulihat kunang-kunag dari kejauhan
Membawa cahaya kecil
Semakin banyak kunang-kunang
Semakin banyak cahaya
Walaupun hanya kekuatan kecil
Tetapi jika banyak dan bersatu dapat memberikan penerangan
Aku ingin orang di negeriku seperti kunang-kunang
Selalu bersatu dengan membawa cahaya
Cahaya hati yang akan menerangi setiap langkah kaki
Menerangi setiap getaran jiwa
Jiwa yang tenang.
Untuk menuju sebuah harapan masa depan.
Blitar, 7 juli 2009
Seperti Kunang-Kunang
Author: Asrofi / Labels: Puisi
Pengunjung
Cari Blog Ini
Popular Posts
-
"Luwih becik nuthuk saron tinimbang nuthuk ndasmu” kata-kata ini bagi yang aktif ikut pengajinnya KH. Emha Ainun Najid atau yang leb...
-
A. Biografi K.H. Hasyim Asy’ari 1. Silsilah K.H. Hasyim Asy’ari Darah biru merupakan sebutan untuk bangsawan yaitu orang-orang yan...
-
Foto di atas sebenarnya saya tidak sendiri, walaupun gambarnya sendiri tentu ada yang memfotokan. Tentu saja itu istri tercinta yang menje...
Mengenai Saya
- Asrofi
- Mengklaim diri sebagai Anak Muda NU, itulah sosok yang bernama lengkap Mohamad Asrofi. Terlibat dalam beberapa penulisan di antaranya dalam buku Antologi Kemanusiaan “Serat Duka Negeriku; Tinta Kasih Mentawai-Merapi”. Diterbitkan oleh Pena Ananda Indie Publishing (PAIP). Juga menjadi salah satu penulis dan editor dalam buku “Menjejak Jarak Menata Langkah” yang diterbitkan tahun 2011 oleh Mata Hati, Kalifa Press. Dan tahun 2015 s/d 2016 terlibat dalam penulisan buku Rekonsiliasi Kultural Tragedi 1965; Catatan Pengalaman Syarikat Indonesia
Followers
Popular Posts
-
A. Biografi K.H. Hasyim Asy’ari 1. Silsilah K.H. Hasyim Asy’ari Darah biru merupakan sebutan untuk bangsawan yaitu orang-orang yan...
-
Syekh Said seorang salik dengan banyak murid-murid yang taat dan mencintainya, mengumpulkan semua murid dan sanak familinya untuk memberikan...
-
Gus Mus adalah sapaan akrab seorang ulama yang peduli tentang budaya karena beliau memang dikenal seorang budayawan KH. A. Mustofa Bisri. B...