Kita bertanya al-Qur’an menjawab:
Kenapa manusia diuji?
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman" sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta".(Q.S. al-Ankabut: 2-3)
Bagaimana kalau kami tak tahan dengan cobaan-Mu ya Allah!!!?
"... ..dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir" (Q.S. Yusuf : 12)
Kenapa ujian itu berat?
Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Q.S. al-Baqarah: 286)
Kenapa kadang ada rasa frustasi?
Janganlah kamu bersikap lemah, dan Janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman" (Q.S. al-Imran: 139)
Bagaimana cara menghadapinya?
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan shalat dan sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (Q.S. al-Baqarah: 45)
Apa yang didapat dari semua ini?
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang mu'min, diri & harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. (Q.S. at-Taubah: 111)
Kita Bertanya Al-Qur'an Menjawab
Author: Asrofi / Labels: Kata Mutiara
Pengunjung
Cari Blog Ini
Popular Posts
-
"Luwih becik nuthuk saron tinimbang nuthuk ndasmu” kata-kata ini bagi yang aktif ikut pengajinnya KH. Emha Ainun Najid atau yang leb...
-
A. Biografi K.H. Hasyim Asy’ari 1. Silsilah K.H. Hasyim Asy’ari Darah biru merupakan sebutan untuk bangsawan yaitu orang-orang yan...
-
Foto di atas sebenarnya saya tidak sendiri, walaupun gambarnya sendiri tentu ada yang memfotokan. Tentu saja itu istri tercinta yang menje...
Mengenai Saya
- Asrofi
- Mengklaim diri sebagai Anak Muda NU, itulah sosok yang bernama lengkap Mohamad Asrofi. Terlibat dalam beberapa penulisan di antaranya dalam buku Antologi Kemanusiaan “Serat Duka Negeriku; Tinta Kasih Mentawai-Merapi”. Diterbitkan oleh Pena Ananda Indie Publishing (PAIP). Juga menjadi salah satu penulis dan editor dalam buku “Menjejak Jarak Menata Langkah” yang diterbitkan tahun 2011 oleh Mata Hati, Kalifa Press. Dan tahun 2015 s/d 2016 terlibat dalam penulisan buku Rekonsiliasi Kultural Tragedi 1965; Catatan Pengalaman Syarikat Indonesia
Followers
Popular Posts
-
A. Biografi K.H. Hasyim Asy’ari 1. Silsilah K.H. Hasyim Asy’ari Darah biru merupakan sebutan untuk bangsawan yaitu orang-orang yan...
-
Syekh Said seorang salik dengan banyak murid-murid yang taat dan mencintainya, mengumpulkan semua murid dan sanak familinya untuk memberikan...
-
Gus Mus adalah sapaan akrab seorang ulama yang peduli tentang budaya karena beliau memang dikenal seorang budayawan KH. A. Mustofa Bisri. B...