Nuzul al-Qur’an
Author: Asrofi / Labels: CatatanBulan ramadhan merupakan bulan yang istimewa. Tidak hanya karena bulan ini bulan yang datng satu tahun sekali dan merupakan bulan maghfirah Allah swt, tetapi juga karena dalam bulan ramadhan ada satu peristiwa malam yang istimewa yaitu turunya al-Qur’an atau biasanya dikenal dengan peristiwa Nuzul al-Qur’an.
Nabi Muhammad saw. dalam kesendirianya di gua Hira’ telah memperoleh wahyu yang pertama kali pada bulan ramdhan tepatnya pada tanggal 17 ramadhan. Itulah sebabnya sekarang orang Islam memperingatinya sebagai hari turunya al-Qur’an.
Ketika malaikat Jibril menemui Muhammad saw. Ia menyampaikan wahyu yang pertama adalah perintah membaca dalam surat al-Alaq ayat 1-5.
“Bacalah nama tuhanmu yang telah menciptakan. Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan nama tuhanmu yang maha pemurah. Yang mengajarkan (menulis) dengan pena. Yang mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui.”
Apa yang pertama diperintahkan Allah pertama kali kepada Muhammad saw. melalui perantara malaikat Jibril. Tentulah ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Membaca….ini merupakan perintah pertama. Tentu alangkah besar pengaruhnya membaca terhadap kehidupan manusia. Semua orang tidak akan mengetahui tanpa membaca. Membaca di sini bukanlah tidaklah bisa ditafsirkan secara literal membaca dengan membaca buku. Tetapi membaca di sini mengandung arti membaca segala sesuatu dengan pikiran kita segala yang ada di sekitar kita.
Suatu misal begini, yang namanya gunung yang masih aktif tentunya bisa meletus. Tetapi manusia bisa mengantisipasi untuk menghindar agar bisa selamat dari bahaya letusan gunung berapi pastilah dengan membaca tanda-tanda gunung berapi jika akan meletus. Ini merupakan salah contoh membaca yang saya maksud.
Jika ada sebuah pameo “membaca adalah jendelanya dunia” tentunya saya akan sepakat dengan pameo ini. Nuzul al-Qur’an merupakan peristiwa yang luar biasa dan pelajaran yang mestinya bisa membuka cakrawala pemikiran kita. Oleh sebab itu membaca…membaca…membaca….lakukan setiap saat kapanpun dan dimanapun.
Blitar, 24 Agustus 2010
Pengunjung
Cari Blog Ini
Popular Posts
-
"Luwih becik nuthuk saron tinimbang nuthuk ndasmu” kata-kata ini bagi yang aktif ikut pengajinnya KH. Emha Ainun Najid atau yang leb...
-
A. Biografi K.H. Hasyim Asy’ari 1. Silsilah K.H. Hasyim Asy’ari Darah biru merupakan sebutan untuk bangsawan yaitu orang-orang yan...
-
Foto di atas sebenarnya saya tidak sendiri, walaupun gambarnya sendiri tentu ada yang memfotokan. Tentu saja itu istri tercinta yang menje...
Mengenai Saya
- Asrofi
- Mengklaim diri sebagai Anak Muda NU, itulah sosok yang bernama lengkap Mohamad Asrofi. Terlibat dalam beberapa penulisan di antaranya dalam buku Antologi Kemanusiaan “Serat Duka Negeriku; Tinta Kasih Mentawai-Merapi”. Diterbitkan oleh Pena Ananda Indie Publishing (PAIP). Juga menjadi salah satu penulis dan editor dalam buku “Menjejak Jarak Menata Langkah” yang diterbitkan tahun 2011 oleh Mata Hati, Kalifa Press. Dan tahun 2015 s/d 2016 terlibat dalam penulisan buku Rekonsiliasi Kultural Tragedi 1965; Catatan Pengalaman Syarikat Indonesia
Followers
Popular Posts
-
A. Biografi K.H. Hasyim Asy’ari 1. Silsilah K.H. Hasyim Asy’ari Darah biru merupakan sebutan untuk bangsawan yaitu orang-orang yan...
-
Syekh Said seorang salik dengan banyak murid-murid yang taat dan mencintainya, mengumpulkan semua murid dan sanak familinya untuk memberikan...
-
Gus Mus adalah sapaan akrab seorang ulama yang peduli tentang budaya karena beliau memang dikenal seorang budayawan KH. A. Mustofa Bisri. B...
