Hari ini aku mencoba belajar filsafat lebih dalam. Filsafat harus berfikir dan selalu berfikir. Inti dari belajar filsafat adalah selalu mencari kebenaran. Dari zaman sebelum masehi sampai sekarang. Kebenaran yang selalu dicari, semua filosof selalu mengklaim bahwa pandanganyalah yang paling benar
Dari dulu, sekarang, dan yang akan datang aku yakin kebenaran akan selalu dicari. Karena kebenaran adalah prinsip yang utama. Tetapi ketika aku membaca sejarah aku semakin ragu dengan kebenaran. Apakah kebenaran selalu menumpahkan darah manusia. Padahal katanya kebenaran adalah prinsip utama. Dogma gereja atas nama kebenaran menindas manusia lainya, atas nama kebenaran selalu saja aliran darah yang mengalir di nadi dikeluarkan penyiram bumi. Entah itu kebenaran apa??? Kebenaran apa lagi yang akan digunakan manusia untuk menjustifikasi tindakanya. Apa gunanya jika kebenaran selalu membuat sengsara orang lain??? Semua harus mencari kebenaran tapi tidak digunakan untuk menindas orang lain. Kebenaran seharusnya menjadikan kebaikan semua orang. Ya, itulah kebenaran yang hakiki.
Blitar, 17 April 2008.
Pengunjung
Cari Blog Ini
Popular Posts
-
"Luwih becik nuthuk saron tinimbang nuthuk ndasmu” kata-kata ini bagi yang aktif ikut pengajinnya KH. Emha Ainun Najid atau yang leb...
-
A. Biografi K.H. Hasyim Asy’ari 1. Silsilah K.H. Hasyim Asy’ari Darah biru merupakan sebutan untuk bangsawan yaitu orang-orang yan...
-
Foto di atas sebenarnya saya tidak sendiri, walaupun gambarnya sendiri tentu ada yang memfotokan. Tentu saja itu istri tercinta yang menje...
Mengenai Saya
- Asrofi
- Mengklaim diri sebagai Anak Muda NU, itulah sosok yang bernama lengkap Mohamad Asrofi. Terlibat dalam beberapa penulisan di antaranya dalam buku Antologi Kemanusiaan “Serat Duka Negeriku; Tinta Kasih Mentawai-Merapi”. Diterbitkan oleh Pena Ananda Indie Publishing (PAIP). Juga menjadi salah satu penulis dan editor dalam buku “Menjejak Jarak Menata Langkah” yang diterbitkan tahun 2011 oleh Mata Hati, Kalifa Press. Dan tahun 2015 s/d 2016 terlibat dalam penulisan buku Rekonsiliasi Kultural Tragedi 1965; Catatan Pengalaman Syarikat Indonesia
Followers
Popular Posts
-
A. Biografi K.H. Hasyim Asy’ari 1. Silsilah K.H. Hasyim Asy’ari Darah biru merupakan sebutan untuk bangsawan yaitu orang-orang yan...
-
Syekh Said seorang salik dengan banyak murid-murid yang taat dan mencintainya, mengumpulkan semua murid dan sanak familinya untuk memberikan...
-
Gus Mus adalah sapaan akrab seorang ulama yang peduli tentang budaya karena beliau memang dikenal seorang budayawan KH. A. Mustofa Bisri. B...