Indonesia kembali berduka. Presiden dengan kebijakan yang sepihak telah memutuskan menaikan gaji semua eksekutif. Dari presiden sendiri, para menteri, sampai bupati. Kerja saja belum di mulai kok tambah gaji.
Negeri ini benar-benar dipegang penguasa bukan pemimpin. Dimanakah letak hati nuraninya? Entah hilang atau memang ada setan yang merasukinya. Ketika banyak masyarakat Indonesia yang masih kelapran, tidur di kolong jembatan, banyaknya pengangguran. Tapi penguasa itu malah dengan sengaja menaikan gajinya. Itulah konsekuensi kalau memilih wakil yang kurang mengerti masalah-masalah sosial.
Budaya-budaya oposisi harusnya tetap ada. Karena oposisi inilah yang akan menjadi kontrol. Dulu PDIP yang getol dengan semangat oposisi kini merapat dengan birokrasi. Dengan jabatan-jabatan yang strategis.
Organisasi-organisasi gerakan mahasiswa yang pasti akan melakukan aksi perlawanan dalam isu ini. Tetapi seberapa efektifkah gerakan-gerakan ini. Bukanya pesimis atau ragu. Tetapi, telinga para wakil-wakil rakyat sudah tuli akan jeritan-jeritan kesakitan negeri ini.
Otoriter mulai menjangkiti penguasa negeri ini. Media massa kurang berani meneriakan dengan lantang keadilan dan kebenaran ini. Sehingga sedikit sekali kontrol akan hal ini.
Kepada orang-orang yang punya idealismelah negeri ini akan aman. Terkait dengan idealisme jaman sekarang, masihkah ada jiwa-jiwa yang idealis. Sekarang kalau ngomong masalah idealis pasti akan ditertawakan orang.
Indonesia yang malang, Sudah sakit akut tapi masih juga di cekik oleh anak negeri sendiri.
Blitar, 30 Oktober 2009
INDONESIA BERDUKA
Author: Asrofi / Labels: Catatan
Pengunjung
Cari Blog Ini
Popular Posts
-
"Luwih becik nuthuk saron tinimbang nuthuk ndasmu” kata-kata ini bagi yang aktif ikut pengajinnya KH. Emha Ainun Najid atau yang leb...
-
A. Biografi K.H. Hasyim Asy’ari 1. Silsilah K.H. Hasyim Asy’ari Darah biru merupakan sebutan untuk bangsawan yaitu orang-orang yan...
-
Foto di atas sebenarnya saya tidak sendiri, walaupun gambarnya sendiri tentu ada yang memfotokan. Tentu saja itu istri tercinta yang menje...
Mengenai Saya
- Asrofi
- Mengklaim diri sebagai Anak Muda NU, itulah sosok yang bernama lengkap Mohamad Asrofi. Terlibat dalam beberapa penulisan di antaranya dalam buku Antologi Kemanusiaan “Serat Duka Negeriku; Tinta Kasih Mentawai-Merapi”. Diterbitkan oleh Pena Ananda Indie Publishing (PAIP). Juga menjadi salah satu penulis dan editor dalam buku “Menjejak Jarak Menata Langkah” yang diterbitkan tahun 2011 oleh Mata Hati, Kalifa Press. Dan tahun 2015 s/d 2016 terlibat dalam penulisan buku Rekonsiliasi Kultural Tragedi 1965; Catatan Pengalaman Syarikat Indonesia
Followers
Popular Posts
-
A. Biografi K.H. Hasyim Asy’ari 1. Silsilah K.H. Hasyim Asy’ari Darah biru merupakan sebutan untuk bangsawan yaitu orang-orang yan...
-
Syekh Said seorang salik dengan banyak murid-murid yang taat dan mencintainya, mengumpulkan semua murid dan sanak familinya untuk memberikan...
-
Gus Mus adalah sapaan akrab seorang ulama yang peduli tentang budaya karena beliau memang dikenal seorang budayawan KH. A. Mustofa Bisri. B...