LIKU-LIKU KEHIDUPAN

Author: Asrofi / Labels:

Bukit yang berjajar-jajar, liku-liku jalanan yang selau beranjak naik turun. Membuat orang melewati dengan penuh suka duka. Suka dan duka menutrutku dua kata yang bertolak belakang tetapi keduanya selalu datang silih berganti. Liku-liku jalanan mengiatkanku pada liku-liku kehidupan. Liku-liku kehidupan dunia politik yang penuh trik dan intrik.

Demokrasi hari ini demokrasi yang belum siapa pada negara ini karena banyaknya persepsi yang tidak sama tentang apa itu demokrasi. Demontrasi merupakan bagian dari demokrasi. Karena demontrasi merupakan penyokong tegaknya dari demokrasi. Jangan sampai demontrasi dijadikan alat sebagai bagian dari Demo Crazy. Dan mengotori apa yang dinamakan dengan demokrasi. Bukan Bemo dan Cratos, bukan Demos dan Crazy, bukan pula Bemo dan Crazy, tetapi Demos dan Cratos.

Reformasi yang telah bergulir di negeri ini telah memberikan kebebasan. Dari kebebasan berserikat dengan berbagai ideologi sampai kebebasan mengeluarkan suara.

Blitar, 15 mei 2009. Pertarungan ideologi di Indonesia semakin massif. Di pemilu presiden kali ini semakin ramai penbicaraan seputar ideology. Isu-isu yang berkembang dalam perpolitikan Indonesia memunculkan wacana-wacana pencitraan dan saling menyerang. Dan aku suka akan hal ini, apalagi yang kalah dalam pemilu kali akan menjadi oposisi, maka kontrol untuk pemerintahan akan berjalan dinamis. Tawaran-tawaran dari calon presiden kali ini sangat ideologis. Dari liberasi sampai nasionalisasi. Dari yang berideologi kapitalisme sampai nasionalisme. Siapa yang menang…? Tidak dapat di tentukan hari ini. Politik yang licik yang penuh trik dan intrik bisa saja memutar balikan fakta. Makanya tidak dapat dipastikan siapa yang menang. Itulah perpolotikan Indonesia yang seperti “Theatre State” kata C. Geertz.


Blitar, 29 April 2009

Pengunjung

Cari Blog Ini

Al Faqir

Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
Mengklaim diri sebagai Anak Muda NU, itulah sosok yang bernama lengkap Mohamad Asrofi. Terlibat dalam beberapa penulisan di antaranya dalam buku Antologi Kemanusiaan “Serat Duka Negeriku; Tinta Kasih Mentawai-Merapi”. Diterbitkan oleh Pena Ananda Indie Publishing (PAIP). Juga menjadi salah satu penulis dan editor dalam buku “Menjejak Jarak Menata Langkah” yang diterbitkan tahun 2011 oleh Mata Hati, Kalifa Press. Dan tahun 2015 s/d 2016 terlibat dalam penulisan buku Rekonsiliasi Kultural Tragedi 1965; Catatan Pengalaman Syarikat Indonesia

Followers

Popular Posts