PERJUANGAN

Author: Asrofi / Labels:

Masyarakat Indonesia yang aku kasihi karena belum saja bangkit dari keterpurukanya. Hari ini banyak orang yang membicarakan kerakyatan. Ada beberapa yang aku ketahui dari masyrakatku ini. Dan aku lebih sepakat lagi karena ini langsung berasal dari hati mereka. Kita harus pahami objek tidak terpengaruh oleh subjektivitas dari sebuah idealitas diri sendiri, Idealis sangat bagus tetapi ketika sudah berada pada masyarakat yang plural harus kita lentur tidak kaku dengan persepsi yang sangat subjektif walaupun berangkat dari idealisme kita. Pergerakan yang dilakukan harus memberi contoh pada masyarakat. Masyarakat Indonesia berfikir praktis. Kita memang punya gagasan tapi gagasan itu tidak di dengungkan retorika kita yang hanya pada tataran wacana. Dan masyarakat akan cenderung menirukan jika sudah dilakukan dan itu riil dapat dilihat dan terbukti. Masyrakat lebih simple kalau punya gagasan tentang ekonomi kerakyatan yang bisa langsung riil diterapkan di lapangan. Jangan hanya Cuma sekedar gagasan tetapi bagaimana gagasan itu bisa terwujud dalam kehidupan riil. Kecuali kalau itu hanya dapat dapat diterapkan dalam sistem karena jika menyangkut sebuah sistem sedangkan tidak punya masuk dalam sistem pastilah tidak bisa berbuat apa-apa.

Perjuangan memang sangat melelahkan. Perjuangan untuk menjadi pejuang bukan pecundang. Pecundang bukan pejuang. Pejuang itu banyak gagasan dan dapat mengimplementasikanya. Gagasan perubahan untuk menuju hidup yang lebih baik. Gagasan itu tidak hanya jadi retorika tapi realita.

Blitar, 25 April 2009

Pengunjung

Cari Blog Ini

Al Faqir

Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
Mengklaim diri sebagai Anak Muda NU, itulah sosok yang bernama lengkap Mohamad Asrofi. Terlibat dalam beberapa penulisan di antaranya dalam buku Antologi Kemanusiaan “Serat Duka Negeriku; Tinta Kasih Mentawai-Merapi”. Diterbitkan oleh Pena Ananda Indie Publishing (PAIP). Juga menjadi salah satu penulis dan editor dalam buku “Menjejak Jarak Menata Langkah” yang diterbitkan tahun 2011 oleh Mata Hati, Kalifa Press. Dan tahun 2015 s/d 2016 terlibat dalam penulisan buku Rekonsiliasi Kultural Tragedi 1965; Catatan Pengalaman Syarikat Indonesia

Followers

Popular Posts