Doa Untuk Puteraku

Author: Asrofi / Labels:



Tuhanku.....

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya dan berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia yang sabar dan tabah dalam kekalahan.
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja. Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

Tuhanku…
Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya…
Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku…
Berilah ia kerendahan hati…
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber kearifan, kelemah-lembutan, dan kekuatan yang sempurna…

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”

Diterjemahkan dari puisi Jenderal Douglas Mac Arthur

Judul Asli: A Father's Prayer

Pengunjung

Cari Blog Ini

Al Faqir

Popular Posts

Mengenai Saya

Foto saya
Mengklaim diri sebagai Anak Muda NU, itulah sosok yang bernama lengkap Mohamad Asrofi. Terlibat dalam beberapa penulisan di antaranya dalam buku Antologi Kemanusiaan “Serat Duka Negeriku; Tinta Kasih Mentawai-Merapi”. Diterbitkan oleh Pena Ananda Indie Publishing (PAIP). Juga menjadi salah satu penulis dan editor dalam buku “Menjejak Jarak Menata Langkah” yang diterbitkan tahun 2011 oleh Mata Hati, Kalifa Press. Dan tahun 2015 s/d 2016 terlibat dalam penulisan buku Rekonsiliasi Kultural Tragedi 1965; Catatan Pengalaman Syarikat Indonesia

Followers

Popular Posts